Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan

  • BIG EVENT SASUSAKU Under The Same Sky 2017

    0

    Hello minna~
    Kali ini Fanfiction SasuSaku Indonesia (Under The Same Sky) kembali mengadakan BIG IVENT!!
    Dibalut dengan nama “SSFI AUTUMN CELEBRATION”, karena bertepatan dengan musim gugur di Jepang pada bulan September. Yang menarik dari ivent ini adalah kami bukan hanya mencari penulis fanfiction berbakat tapi juga pembaca (reader) yang memberi review berkualitas. Jadi buruan ikut berpartisipasi, daftarkan dirimu, dan ikut lombanya!!

    Simak syarat dan ketentuan!
    KATEGORI LOMBA
    1) INDIVIDUAL (FANFIC & FANART)
    2) TIM ( 1-2 AUTHOR/ARTIST)
    3) READER TERAKTIF & REVIEWER TERBAIK
    *Syarat Peserta:
    1. Bergabung dengan group SSFI (Under The Same Sky) atau klik search Fancfictions Sasusaku Indonesia (Under the Same Sky)
    2. Add panitia penyelenggara event SSFI AUTUMN CELEBRATION.
    3. Untuk Fanfic maupun Fanart tiap peserta diwajibkan disesuaikan dengan prompt/tema yang sudah disiapkan panitia.
    4. Yang mengikuti kategori 'Tim' dalam pengerjaannya terdiri dari 1-2 peserta. Satu peserta sebagai author (Fanfic) dan satu lagi sebagai pembuat covernya (Fanart). Apabila peserta mempunyai kedua kemampuan tersebut tetap diperbolehkan. Cover harus gambar original bukan editan.
    5. Bagi anggota SSFI yang hanya berkemampuan sebagai reader akan mendapat apresiasi dalam event ini, dengan adanya kategori 'Reader Teraktif' dan 'Reviewer Terbaik'.
    6. Untuk Fanfic ONESHOT minimal 500 words maksimal tak terbatas, genre bebas, rate maksimal M, karya orisinil bukan sequel, prequel maupun remake. Begitu juga Fanart harus orisinil dan bukan remake.
    7. Sertakan link publish bagi peserta yang mem-publish karyanya lewat akun publish. Atau bisa via kirim e-mail ke ria.pehong@gmail.com via document. Boleh publish di graoup SSFI tapi dianjurkan melalui link karena menambah nilai plus, minimal karya bisa dikirim dengan format doc ke e-mail. Untuk Fanart langsung publish ke group SSFI.
    8. Tiap publish jangan lupa sertakan #SSFIAUTUMNCELEBRATION dan tag minimal 5 panitia.
    9. Bagi yang belum punya akun publish, karyanya harus bersedia untuk dipublikasikan ke FFN Group milik SSFI
    **Format Publish:
    1) Judul Karya
    2) Nama Pengarang
    3) Disclaimer
    4) Rate
    5) Kategori Karya: (Au/Canon)
    6) Kategori Lomba: (Individu/Tim)
    7) Prompt
    8) Summary:[ #SSFIAUTUMNCELEBRATION ] ketik summary di sini !
    Info lebih lanjut, silahkan cek link -> https://www.wattpad.com/462829461-big-event-sasusaku-under-the-same-sky-2017-big
  • 10 Tahun Setelah Aku Mati II

    0
    Fanfiction SasuSaku
    Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
    .
    .
    10 Tahun Setelah Aku Mati
    .
    II
    .

    Enjoy~
    .

    Mega tampak sangat pekat di atas sana. Masih jelas terlihat walau langit malam berusaha menyamarkannya. Gugusan awan yang berisi uap air telah dikondensasikan menjadi air hujan yang jatuh begitu deras malam ini. Bulir-bulir kecil itu berjatuhan dengan teratur, intensitas yang terlalu deras tak akan sampai melukai siapapun. Termasuk gadis ini. Hujan tak akan melukainya, karena aku telah memberinya luka yang amat pedih. Tak akan sebanding dengan butiran hujan malam ini.
    .
          Aku terus memandang punggung gadis ini tanpa berkata sepatah katapun. Wajahnya memerah seolah akulah yang tengah iya tatap. Pandangannya masih sama, teduh dan menyejukkan. Hujan malam ini berhasil mengubah atmosfer menjadi sangat syahdu. Bahu gadis itu terus bergetar menahan lonjakan perasaan yang berhasil menggapai dan menembus kulitku. Untuk kesekian kalinya pada malam ini dia mengecup pusara yang mulai ditumbuhi lumut dan menutupi setengah dari ukiran namaku. Helaan nafas hangat pada pusara tua itu berhasil menjangkauku, helaan nafas yang seakan menyatakan cinta dan hasrat yang telah berpadu menjadi satu menunggu untuk diungkapkan.
         Haruno Sakura. Atau mungkin kusebut dia Uchiha Sakura setelah mimpi buruk hari itu merenggut segalanya. Sakura, gadis yang telah memberiku segala yang aku inginkan tanpa harus kuminta. Gadis yang setiap saat memberiku senyuman yang jauh lebih hangat dari senja manapun. Gadis yang selalu menenangkanku dengan segala pesona yang iya miliki, dan disanalah cinta, dimana seorang mencintaimu dan memberikan segala yang kau inginkan tanpa harus diminta.
           Berbeda! Itulah yang kudapati darinya. Sakura berbeda dari mereka yang hanya memiliki hasrat binatang dengan birahi yang meluap-luap. Mereka, para remaja yang selalu mendahulukan rasa ingin tahu dibandingkan apa esensi cinta yang sebenarnya. Bagiku esensi cinta adalah membahagiakan mereka yang memberi dan menerima cinta, dan kuakui aku gagal dalam filosofiku sendiri. Dia, Sakura, memberiku keyakinan dalam cinta. Bukan karena parasnya, dia tidak tinggi, dia juga bukan idola, dia hanya gadis biasa dengan senyum hangat yang mampu menjatuhkanku hingga eros menancapkan panahnya.
       Bahasa tubuhnyalah yang berbicara padaku dan mengundangku untuk mencintainya pada pandangan pertama. Hari itu kukenal cinta pertamaku, meski dia terus menghindar tapi aku mencintainya sebagai laki-laki dan akan kulakukan dengan cara seorang lelaki.
           Gadis itu masih disana, memandang dan seakan berbicara pada pusara usang dengan bibir yang bergetar. Detik demi detik berjalan dengan sombong tanpa mau berhenti apalagi menoleh kebelakang. Kadang ia berjalan semakin cepat, menderaku dengan harapan yang begitu besar dan kadang ia berjalan lambat, menyiksaku dalam penantian. Sudah cukup aku menyakitinya. Hari ini tepat sepuluh tahun aku memberinya rasa sakit yang mendidih. Aku lelah untuk terus melihatnya berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja. Aku ingin menggapai dan membawanya dalam dekapanku. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya hingga rela tenggorokanku lepas dari sendi-sendinya, menyuruhnya untuk terus berjalan tegak tanpa getaran dibahunya. Tapi sia-sia.
          Dia mencoba menutupi luka menganga itu dengan senyum, namun yang kulihat hanya genangan air mata. Dia kembali mencoba menutupinya dengan tawa, namun yang kurasa hanya luka yang kian nyata. Jika boleh jujur, aku bosan mendengarkannya, aku ingin di dengarkan sekali saja.
         Angin lembab mulai menerpa wajahku, entah sejak kapan hujan berubah menjadi rintik yang menyisakan embun. Dia masih disana, tak bergerak seincipun. Kukumpulkan keberanian untuk mendekatinya. Jelas sekali aroma hujan dipadukan dengan aroma tubuh Sakura yang tepat menghipnotisku untuk mempersempit jarak diantara kami. Wajahnya masih secantik dulu, tambahan garis kedewasaan di bingkai wajahnya menyempurnakan pahatan Tuhan.
                “Sasuke...” Namaku meluncur dalam lantunan suara serak dan kembali likuid bening yang kubenci menghiasi wajahnya. Kali ini tanpa air hujan yang menyamarkan tangisannya.
        Hari ini kembali aku menangis bersamanya dalam hening. Tak kupedulikan lukisan langit mendung yang mulai menampakkan fajar. Aku masih disini, bersama gadis yang memberiku cinta tanpa syarat, gadis yang setia bersamaku selama sepuluh tahun. Gadis yang rela memelihara luka dariku, lelaki yang memotong segala impian tanpa sempat diraih.
                “Sasuke, aku mencintaimu..”
       Sungguh! Hentikan Sakura! Berhenti membuatku menentang takdir Tuhan dengan lebih memilihmu. Aku pun tidak tahu mengapa Tuhan memberi cinta yang amat sangat besar jika akhirnya benang cinta yang terajut sangat dalam ini Dia putuskan. Aku tidak akan mencegah apa yang memang tidak dapat dicegah. Aku tidak menyesal memberimu hidup dengan memutus kehidupanku, aku tahu kau marah, aku tahu kau membenciku, aku tahu kau lah yang menanggung luka amat besar. Tapi ini pilihanku untuk mencintaimu dengan benar, untuk mencintaimu dengan cara seorang lelaki.
            Kau menangis lagi. Cahaya fajar menambah kilauan pada bulir murni di matamu. Ada kekuatan dalam matamu dan aku tahu itu. Hiduplah Sakura, hiduplah dengan cinta yang kuberikan. Jika luka itu tak sanggup kau tampung, maka berikan padaku. Biarkan luka itu berbekas pada masalalu dan untuk sekarang berikan padaku.
         Hari itu. Hari dimana aku mengambil keputusan paling keji untuk membelenggumu dan kemudian meninggalkanmu. Sungguh bukan itu yang kuharapkan. Aku berusaha Sakura. Demi apapun di dunia aku ingin tetap tinggal. Namun yang kudapati hanyalah suara nafas yang tersekal berusaha mencari udara yang terasa begitu jauh. Diwaktu yang sempit betapa aku ingin membahagiakanmu, bukan memberimu luka yang jauh lebih sakit dari kematian. Tidak kupedulikan rasa sesal yang datang begitu terlambat. Aku bersyukur menemukan cinta yang benar dipenghujung hidupku, cinta yang teduh tak bersyarat dengan segala ketulusan dan keikhlasannya, dan aku bahagia memberimu waktu untuk melanjutkan nafas kehidupanku.
        Aku akan tetap bersamamu, jika kau membuatku hidup dalam kenangan, maka aku tidak akan menjadikanmu kenangan. Dalam matamu ada aku disana, di nadi detak jantungmu yang tak akan pernah kutinggalakan, jadikan nafasmu sebagai pertanda kehidupanku, karena aku mencintaimu dengan segenap cinta yang tumbuh melewati batas waktu dan kematian.
                Jika keajaiban menghampiri kita, hanya satu yang kuharapkan.
                “Aku mencintaimu Sakura, sebelum dan setelah kematian, bukan hanya dalam sepuluh tahun, bahkan dalam seribu tahun setelah kematianku.”
    .
    .
                “Untuk kalian yang masih memiliki cinta dalam hidup, jagalah esensinya.  Apabila mencintai seseorang membuatmu utuh, maka peliharalah. Jika kau adalah lelaki maka mencintalah dengan cara seorang laki-laki. Jika kau adalah perempuan, maka tuluslah yang dibutuhkan. Aku bukan lelaki yang piawai memainkan kata, aku hanya seorang lelaki yang cintanya diputus oleh kematian. Ini kisahku.”
    .
    .
    FIN
  • 10 Tahun Setelah Aku Mati

    0
    Fanfiction SasuSaku
    Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
    .
    .
    10 Tahun Setelah Aku Mati
    .
    .
    Enjoy~

    .

    Aku meneteskan air mata dengan kelemahan gadis biasa. Di sini, di waktu sebelum fajar. Kubiarkan tubuhku tergerogoti hawa dingin hingga ke ubun-ubun. Perasaan cinta yang tak berujung hingga aku tak bisa mengungkapkan bahkan mengekspresikannyapun aku tak mampu. Perasaan itu yang membuatku tetap diam tak beranjak dari sini dan cinta itu pula yang memberi banyak kenangan dengan perasaan remuk redam yang tak pernah meninggalkan raga ini. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar Sasuke. Sepuluh tahun kau mengajarkanku terbiasa membunuh rasa sakit ini.
    .
           Suatu saat, manusia akan saling meninggalkan, berjalan sendiri dan hidup dalam kenangan. Aku menyesali masa lalu dan berharap masa depan tidak akan pernah datang. Masa depan yang mengantarku untuk berjalan sendiri dengan kenanganmu disetiap tarik dan hembusan nafasku.
          Dulu, jauh sebelum ikatan sakral membelenggu dan menyatukan kita. Aku selalu berpura-pura tak menyadari debaran di hatiku. Tanpa kusadari membuatku terbiasa dengan senyuman palsu. Tentu saja, aku menyukaimu bahkan sangat banyak! Hingga aku lebih memilih menyembunyikannya. Jangan bertanya mengapa padaku, bertanyalah pada mereka yang mengelilimu dengan paras sempurna tanpa cacat. Aku melemparkan jauh diriku ke sisi lain dunia hingga kau tak menyadarinya, kurasa.
           Tapi tingkah konyolku malah membuatmu semakin dekat. Aku mundur dan kau menghampiriku. Kau mulai memangkas jarak, aku memperlebarnya. Ancaman demi ancaman kuterima semenjak kau menatapku dengan pandangan berbeda dari mereka yang dianugrahi paras sempurna tanpa cacat. Yang kulakukan selanjutnya adalah menjadi pengecut, mengubah haluan perasaanku dan menyayangimu dengan cara yang lain.
                Sahabat. Kuresmikan hubungan kita sebagai tali persahabatan dengan linangan air mata tak terbendung saat kau mengatakan cinta padaku. Kau memelukku erat setelahnya. Dekapan itu memberiku kehangatan, seakan menyempurnakan cinta yang selalu kurasakan di setiap helaan nafas kepura-puraanku. Aku tak sanggup mengelak bahwa akupun bisa merasakan betapa paripurnanya cinta yang menyeruak keluar dari setiap bahasa tubuh lelaki kelam yang memelukku ini.
                “Aku juga mencintaimu! Sangat.” Ujarku dalam hati, hari itu aku menyadari. Hidupku tak bisa lagi kupisahkan darinya.
         Aku membawanya ke sisi lain dunia tempatku bersembunyi. Membawanya pada kehidupan kelam yang jauh dari sempurna, membuat getaran hebat di bahuku atas rasa takut kau akan pergi. Tapi kau tetap memberi senyum dan dengan tegas mengatakan “Karena karakter dan sifat itu ada sampai tua, tapi kalau fisik pasti akan terdegradasi seiring berjalannya waktu”. Perasaanku kian membuncah, malam itu kau memelukku dengan air mata yang sama denganku. Orang-orang mengatakan, percintaan anak remaja itu adalah obsesi, hanya menginginkan pasangan untuk menaikkan gengsi. Tapi tidak dengan kau dan aku.
           Pagi hari yang dingin kau mengajakku menemui kejutan rahasia yang untuk kesekian kalinya pada minggu itu. Ketahuilah, andai saja aku tahu lebih dulu maka akan kubiarkan rahasia itu tetap menjadi misteri. Andai saja aku tahu lebih dulu maka aku tidak akan pernah berpura-pura tentang perasaanku dulu. Andai saja aku tahu lebih dulu maka aku akan mencintaimu lebih.. lebih.. dan lebih lagi. Andai saja aku tahu lebih dulu maka aku akan memilih untuk mengubur perasaanku dari pada harus mengorbankanmu untuk kehidupanku.
           Bus yang mengantarkan kita ke tempat rahasia pilihannya memiliki rem dengan kondisi yang tidak baik. Aku memilih menyebutnya kutukan.  Bus itu melaju kencang, menabrak beberapa mobil, terguling, hingga berhenti ketika  menabrak bangunan besar yang entah aku tidak peduli lagi. Yang kurasakan adalah goncangan hebat pada tubuhku dan dekapan hangat yang begitu familiar.
                “Sakura menikahlah denganku...”
             Perutku terasa kram. Sasuke, lelaki yang begitu kucintai sepenuh hatiku, menindihku. Dengan likuid merah kental menetes dari kepala dan mulutnya. Telingaku berdengung mendengar ucapannya. Dadaku sesak. Sebuah luapan emosi  yang menuntut dikeluarkan dari dalam tubuhku. Aku ingin marah, berontak dan berteriak sekeras-kerasnya. Namun yang keluar adalah airmata di kedua sisi mataku.
             Sasuke memberiku senyuman. Seketika tanpa sadar aku mengangguk. Kurasakan gerakan pada jemariku. Sasuke melingkarkan cincin dengan hiasan likuid merah disana. Tepat di jari manisku. Aku ingin waktu berhenti, kumohon, kumohon, kumohon! 
           Kuraih wajah tampan pujaan wanita yang hanya berjarak beberapa inci dariku. Mengecup bibirnya sebagai penegasan jawaban atas apa yang diutarakannya. Tak kupedulikan rasa dan bau amis anyir darah, yang kupunya adalah cinta yang tak akan pernah kucukupkan untuk lelaki ini. Kecupan itu tak pernah aku lepaskan hingga beban ditubuhku mulai terasa. Aku memeluknya, merasakan punggung kokoh dengan beberapa serpihan kaca menancap di sana. Hatiku hancur menyadari serpihan kaca itu harusnya mengenaiku. Aku terus memanggilnya dalam hatiku, menyuruhnya untuk tetap tinggal bersamaku, walau tak ada jawaban aku akan tetap meneriakkan namanya. Uchiha Sasuke!
            Kubuka mataku, namun tak ada sambutan dari jelaga kelam itu lagi. Detak itu meninggalkanku, nafas hangat itu mengambang hilang entah kemana. Tanpa sadar kueratkan dekapanku, hingga serpihan kaca dipunggungnya melukai lengan dan jariku. Telapak kakiku terasa dingin oleh udara luar. Bibirku mengatup melepas kecupan dan menahan gejolah aneh yang memenuhi kerongkonganku. Dan untuk pertama kalinya dalam rangkaian titik terendah dalam hidupku aku merasa hancur, sangat takut dan tak berdaya secara bersamaan.
    Baca juga: There Will Be Love There
         Hari itu kupatentan jiwa dan ragaku untuk dia yang telah meninggalkanku sendiri dengan kenangannya. Jika pada akhirnya aku mampu melupakan lelaki itu, kurasa hidup akan jauh lebih mudah. Tapi bukankah hidup adalah untuk menghadapi masalah, jadi aku tidak akan pernah melupakan perasaan yang ditinggalkan lelaki itu, aku tidak akan menjadi pengecut dengan kembali melarikan diri. Sasuke memberikan kehidupannya padaku, dan aku akan menghabiskan sisa kehidupan ini untuk mengenangnya.
           Aku mencoba beberapa kali melukiskan masa depan yang penuh dengan harapan, namun dengan sendirinya lukisan itu memudar. Kutatap langit yang menyingsing fajar. Fajar yang mengantar masa depan baru bagi mereka yang tidak berada dalam duniaku. Meskipun tangan yang selalu bergenggaman erat denganmu sudah ditakdirkan untuk berpisah aku akan terus menjaganya agar tetap terhubung.
                “Jika saja aku dapat mendekat pada jarak kecil dan tak tersentuh yang memisahkan kita berdua, aku akan selalu di jarak itu, walau kecil Sasuke....”
                “Terima kasih, untuk sepuluh tahun bersamaku Sakura.”
    .
    .

    FIN

    Lanjutkan 10 Tahun Setelah Aku Mati II di ->  10 Tahun Setelah Aku Mati II
  • There Will Be Love There

    0
    Fanfiction SasuSaku
    Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
    .
    .
    There Will Be Love There
    .
    .
    Enjoy~

    Sakura...
    Kau tahu betapa inginnya aku mengulang kembali hidup. Aku tak ingin apapun selain selalu berada di sisimu. Namun sekali lagi keajaiban tak akan datang pada pendosa sepertiku.
    Masih dengan cara yang sama, hari demi hari aku teringat padamu. Hanya ada pertengkaran setiap kali kita bertemu dan kau selalu melimpahkan semua kesalahan padaku dan dengan bodoh aku menerimanya. Rasa takut atas genangan di pelupuk matamu membuat semua yang kau katakan adalah kebenaran mutlak untukku.  
    Di gang-gang belakang di seberang rumah, selalu kudapati kau terduduk dengan telapak tangan memerah akibat boneka salju yang tak kunjung terbentuk. Kau tidak pernah ingin memakai sarung tangan, bagimu itu hal yang tidak alami dan kau menyukai itu. merepotkanku untuk menarik paksamu masuk ke rumah. Kemudian ceramah singkatku tak kau pedulikan, kau menarik diri, menolak untuk berdekatan denganku dan memilih menatap miris jendela kaca kemudian mengatakan “Aku belum selesai Sasuke-kun”. Aku harusnya tidak menghentikanmu, harusnya aku ikut menemanimu menyelesaikan boneka salju itu. karena sekarang penyesalanku tertinggal pada boneka salju yang tak kunjung selesai bahkan tak pernah terbentuk lagi.
    Kau marah besar saat mengetahui ada pohon pir yang kutanam di taman kecil belakang rumah. Tapi bukannya menceramahiku ataupun mencabut pohon pir itu, kau malah mendatangi Naruto dan memakinya karena telah memberiku pir yang jika tumbuh akan mengabil banyak tempat. Benar katamu, pohon pir itu tumbuh besar dan taman kecil kita semakin sempit sekarang. Sungguh aku ingin kau melihatnya.
    Di jendela, ke jalan kecil taman belakang. Aku bersembunyi memakan roti selai sisa makan malam. Bagaimanapun sempurnanya aku menghilangkan aroma dan tanda-tanda keberadan roti di tubuhku, kau akan tetap tahu. Remah roti yang tertinggal di kerah baju memberiku hukuman untuk tak merasakan kehangatanmu semalaman. Kukira itu adalah hukuman terberat di sepanjang hidupku. Tapi sekarang kau memberiku lebih dari hukuman terberat.
    Sakuraa..
     Perempuan egois, kau selalu saja melakukan apapun sesuka hatimu dan itu membuatku jatuh untuk menyukaimu. Bahkan mencintaimu dan memberiku keberanian untuk mengubahmu dan menjadikanmu bagian dariku. Aku masih mengingat jelas setelah mengucap janji kita kepada Tuhan. Dengan senyum lebarmu, kau menatapku memberi cerminan kehidupanku di masa depan. Kukira itu adalah kebahagiaan, kukira itu adalah bukti kita terhubung. Tapi kilatan sekejab matamu adalah tanda bahwa aliran waktu tanpa ampun akan membawamu pergi.
    Kau memberiku kenangan yang indah untuk dikenang bersama. Tapi akan jadi menyakitkan jika kau tidak di sini. Bersamaku. Banyak yang kau ajarkan padaku. Salah satunya adalah mengatasi rasa takut akan kehilangan. Aku berbohong untuk tidak takut saat melihat darah di kedua kakimu. Aku berbohong untuk tidak takut saat merasakan cengkraman tanganmu di dadaku. Aku berbohong untuk tidak takut saat mendengar kabar bahwa anak kita akan lahir tidak pada waktunya. Aku berbohong untuk tidak takut saat mendengar jeritan dan teriakan kesakitanmu mu di telingaku. Aku berbohong untuk tidak takut saat genggaman erat tangamu padaku beruba kebas. Bahkan aku berbohong atas anggukanku ketika kau menyuruhku untuk tidak takut.
    Sakura...
    Untuk sekali saja aku ingin kau membuka mata dan melihat betapa cantiknya anak kita. Untuk sekali saja aku ingin kau memberinya kebahagiaan, akan sulit jika hanya aku sendiri, bukankah kau mengatakan jika kita bersama semuanya akan mudah. Dan untuk sekali saja tolong ajarkan kembali padaku bagaimana cara mengatasi ketakutan. Aku ingin kau tahu betapa aku kesulitan.
    Sakura...
                Aku rela melewati berbagai penderitaan asal aku bisa bertemu denganmu sekali lagi. Satu kesempatan lagi, beri aku satu kesempatan lagi untuk memelukmu erat. Ada kekosongan yang menganga ketika aku bangun di pagi hari dan kau sudah tidak ada di sebelahku.  Kau tahu di musim dingin kota semakin terang, seperti orang gila aku mengitarai gang-gang belakang rumah mencarimu dengan boneka saljumu namun hasilnya hanya jejak kakiku yang tertinggal di sana. Aku selalu mencari sosokmu muncul di suatu tempat meskipun aku tahu kau tak mungkin berada di sana.
                Sakura...
                Mulai sekarang akan jadi seperti apa hidupku? Tak peduli seberapa banyak dari keinginanku yang menjadi kenyataan. Tak ada yang lebih penting darimu. Meski musim berganti aku tetap di sini Sakura. Tidak ada kenangan karena aku tidak akan merubahmu menjadi kenangan. Kau akan tetap di sini bersamaku. Meskipun kata “Mencintaimu” tak pernah terucap lagi, tapi aku dan juga kau tahu akan lebih dari sekadar kata cinta untuk mewujudkan kita.
                Sakura...
    Meski menyakitkan, aku akan tetap membuat anak kita melangkah maju. Kupastikan aku akan membawanya menuju mimpi yang kulihat bersamamu. Akan kuceritakan bagaimana luar biasanya dirimu. Akan kutunjukkan bahwa impian yang disebut kebahagiaan dapat menjadi nyata. Jika anak kita kembali bertanya maka jawabannya adalah kau dan aku adalah kebahagiaan yang nyata.
    Sakura...
    Aku tahu kita berpisah. Seberapa jauhpun kita berpisah. Akan kubisikan kepada langit dan tanah untuk menghalau angin agar menyampaikan pesanku padamu. Aku akan hidup pada pagi yang baru melewati masa untuk kembali menggapaimu. Di malam hari aku akan kembali menangis karena dengan jelas kurasakan kehangatanmu tak pernah meninggalkanku.
    .
    Sakura, waktu berubah dan terus bergulir. Aku menua termakan zaman. Aku heran kenapa dewa kematian tak kunjung mempersatukan kita. Rasanya begitu lama aku menunggu. Tanganku kini kurus dan keriput Sakura...
    “Tangan Sasuke-kun begitu besar dan nyaman!”
    Hahhh jangan membuat lelucon bodoh! Aku akan malu jika bertemu denganmu dengan kondisi tua renta tak berdaya seperti sekarang.
    “Kau masih tetap lelaki tertampan di dunia!”
    Aku tahu kau menertawai rambut putihku ini. Baguslah tak ada ejekan untuk gaya rambut pantat ayam dari mulutmu.
    “Sasuke-kun, kau menjadi ayah yang hebat!”
    Kali ini ucapanmu benar Sakura. Sarada kita tumbuh dengan baik, dia cantik sepertimu.
    “Kuharap dia juga mendapatkan lelaki hebat sepertimu.”
    Hahahaa, menantumu itu sedikit bodoh Sakura. Kau ingat Naruto, untung tidak semua sifatnya menurun pada anak itu.
    “Kita punya banyak cucu.”
    Cuma dua, kau jangan berlebihan
    “Hemmm, kita akan segera punya cucu lagi”
    Kau tidak pernah berubah.
    “Apa impian kita nyata sekarang?”
    Tentu, asal kau tetap bersamaku.
    “Kau tahu, sedetikupun aku tidak pernah meninggalkanmu.”
    Decitan kursi tua yang usang mengantar kehangatanmu kembali padaku. Saat fajar kenangan musim dingin mengelilingi detak jantungku yang tiba-tiba menghilang.
    .
    .
    “Ya ampun Sakura! Lihat tanganmu!!”
    “Bisakah kau tidak menggangguku sebentar saja!”
    “Kenapa kau tidak memakai sarung tanganmu?”
    “Aku tidak membutuhkannya.”
    “SAKURA!!”
    “Diamlah dan bantu aku saja.”
    “Memangnya apa yang kau buat! Aku tidak bisa melihat bentuknya.”
    “Impian kita. Ada cinta kau dan aku di sini.”
    “Ayo kita selesaikan.”

    FIN
  • Luka C3

    0
    Created by: Hinamori Miku Koyuki
    Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
    Fic ini merupakan fic pertama Miku dalam akun yang baru, semoga dapat menghibur :D. Dan jangan lupa semua nama, baik tokoh maupun lokasi merupakan fiktif hasil dari pemikiran penulis XD
    Note:  Genre: Mystery/Romance/Spiritual
                WARNING : AU, OOC, bad language
    Selamat Membaca ^^
    ***
    My Death Angel
    .

    “Dengar aku Tuhan, aku berpijak diantara dua duniamu, kemana aku harus pergi? Dimana tempatku?”
                Manusia terbentuk dari banyak sel. Sel-sel tersebut membentuk suatu organ hingga berfungsi secara normal, namun manusia tidak mutlak, hidup manusia terbatasi waktu. Manusia adalah makhluk tersendiri yang mampu ‘mengadakan’ dirinya sendiri. Tetapi manusia tidak mampu ‘meniadakan’ diri, kecuali ‘meniadakan’ ketidakadaan atau kekosongan. Manusia memiliki cinta bak mentari terhadap bumi,  selalu memberikan cahayanya agar jauh dari kegelapan. Ya manusia memiliki cahaya yang hangat, mereka hidup dalam cahaya dan membenci kegelapan. Jauh berbeda dengan kehidupan vampir yang bernaung dalam kegelapan dan berselimutkan kutukan. Makhluk abadi yang menyerap intisari kehidupan manusia. Bagi manusia vampir adalah mimpi buruk, sumber ketakutan, dan kekejian. Makhluk malam yang apabila kau bertemu dengannya, ucapkanlah selamat tinggal.
                “Akulah yang kau kutuk Tuhan, Kau memberiku detak, Kau memberiku kehangatan yang begitu asing di hatiku. Jiwaku tak seharusnya Kau terangi, karena aku lahir dalam gelap, aku pecandu intisari manusia. Kenapa?? Kenapa Tuhan?  Kenapa kau memberiku kutukan keji yang membuat jiwa ini terapung tanpa tujuan?”
                Rambut yang mengurai panjang tertiup angin sore itu terlihat begitu indah, mereka menari menutupi likuid bening yang mengalir menyerupai sungai kecil pada pipi putih pucat gadis musim semi yang sedang menengadahkan kepalanya mengarah pada jingganya langit sore. Dia menangis, menangis dalam diam berbalutkan ketebalan raut wajah yang kosong, menatap langit yang perlahan berubah gelap. Dalam cengkraman kuatnya pada dada yang menyembunyikan sebuah detak kehidupan dia menunggu dan selalu menunggu. Menunggu malaikat maut melantunkan nada kematian. Selama ini dialah yang selalu mengambil alih pemeran utama sebagai malaikat maut, dia memperlihatkan kematian pada sekian banyak jiwa, meniadaan jiwa-jiwa itu pada sakitnya sunyi dan sepi. Dan kini biarkanlah dia merasakan malaikat maut itu, menghentikan detak yang sekian lama telah membelenggunya, detak yang kian menjerumuskannya pada dosa yang menghujamkan ribuan pisau padanya.
                “Surga atau neraka, bawalah aku kemanapun”
                Lantunan nada yang mengalun pada bibir mungilnya begitu menyatat, gadis yang bernamakan bunga indah sang musim semi itu menutup matanya. Sakura nama gadis itu merasakan angin bertiup cukup kencang, menyibak poni tebal yang sengaja dia panjangkan untuk menutupi sebuah luka pada keningnya. Sakura merasakan aura yang tak asing.          
    “Tou-san?”
                Namun setelah Sakura meningkatkan ketajaman indranya, dia merasakan aura membunuh, hasrah ingin membunuh yang begitu kuat. Seketika Sakura membuka mata dan mendapati mata merah yang berkilat terang dengan taring panjang dan terlihat tajam. Vampir murni, sama dengannya, dan tepat berada di depan wajahnya.
                “Inikah malaikat mautku?”
                Mata yang mengkilat merah, menusuk Emerald Sakura dengan kengerian yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan pada jiwa-jiwa yang terbunuh karenanya. Akhirnya tiba saatnya dia merasakan hal yang sama, doanya terkabulkan dan semuanya akan terjawab malam ini, di bawah kesaksian bulan yang nampak begitu terang terbiaskan cahaya pengantar malaikat mautnya. Sakura mengangkat wajahnya, memperlihatkan leher jenjang putih nan mulus miliknya, Sakura siap dengan kematian menyakitkan yang akan menemuinya sepersekian detik dari sang waktu. Kematian yang akan membawanya lepas dari keterapungan hidup.
                Langit malam yang berhiaskan cahanya bulan tiba-tiba tertutupi oleh kumpulan gagak-gagak hitam yang tebang tak beraturan melantunkan koakan kematian, siap disuguhkan pada Sakura. Dan Sakura menyadarinya dengan menyembunyikan Emerald indahnya pada katupan kedua kelopak matanya.
                “Dibunuh oleh vampir murni, benar-benar keberuntunganku, vampir murni seperti apa yang begitu menginginkan vampir sepertiku. Tu-tunggu dulu, vampir murni??” Seketika Sakura membuka katupan kelopaknya, Emerald miliknya membulat sempurna diselimuti keterkejutan. Sama halnya dengan pemuda vampir yang sedari tadi melihat urat pada leher Sakura, mengalirkan darah yang begitu harum dan memabukkan, tiba-tiba merasakan hal yang ganjal. Dia tidak merasakan detak jantung yang sedari tadi mengalun indah pada telinganya, kemanakah detak itu?.
                “Siapa kau?” Vampir muda itu mudur dengan membuat jarak antara dia dan Sakura. Gagak-gagak hitam beterbangan diatasnya, namun vampire muda itu menyadari tak Cuma dia yang diselimuti gagak, ada tiga ekor gagak yang mengitari gadis di depannya ini.
                “Tidak usah aku jawab, kau sudah tau jawabannya” Sakura menatap vampire di depannya dengan tatapan takjub yang terhalangi oleh tutupan poni panjang sang gadis musim semi. Pemuda vampire itu sempurna, memiliki tubuh yang tegap dan kekar, rambut gelap yang memiliki bentuk yang aneh, bibir hitam dengan taring yang begitu tajam, berkulit kelabu dan matanya, mata yang tak asing, pemilik darah murni sama seperti dirinya, tetapi matanya berbeda disana dengan jelas terukir tiga titik tomoe gelap, mirip dengan sebelah mata yang dimiliki oleh ayahnya. Yang jelas vampir ini bukanlah vampire sembarangan, dan Sakura tertarik padanya, tidak hanya pada bentuk fisik, tetapi ada hal lain yang membuat Sakura merasakan keanehan, dan keanehan itu membuat dadanya sesak.
                “Kau vampir tetapi kau juga manusia” Vampir muda yang sedari tadi menahan rasa haus dan lapar yang begitu menyiksanya, tidak tahan dengan suguhan makanan lezat yang terpajang di hadapannya, dia tidak peduli, gadis itu vampir atau manusia, yang dia pedulikan adalah keterpuasan hasrat yang akan diberikan gadis campuran di hadapannya ini. Memang aneh dia tidak pernah merasakan kelaparan yang begitu melilit seperti ini, dan rasa lapar itu dibangkitkan oleh gadis campuran ini.
                “Haahhh, tapi aku tidak peduli, ucapkan selamat tinggal pada tubuh manusiamu!” Secepat kilat Vampir muda itu menyerang tubuh Sakura,
    “BRAAKKK”
    Tetapi sebelum mendapatkan tubuh Sakura, terlebih dahulu tubuh vampir itu telah terpental jauh kemudian dengan naas menghancurkan dinding di belakangnya.
                “Sudah ku bilang jangan pulang terlalu larut Sakura”
                “Tou-san…” Kali ini Sakura benar, Ayahnyalah yang berada di depannya, vampir darah murni yang memiliki satu mata yang sama dengan vampir muda tadi. Dan mata itu terbuka, menatap Sakura dengan tatapan seorang Ayah.
                “Berani sekali kau menyentuh putriku, Uchiha Sasuke!”
                “Kakashi-sensei?” Sang vampir muda yang dipanggil Sasuke itu, sekejab telah berada di depan Hatake Kakashi, vampir darah murni yang dikaruniahi Sharingan keluarga Uchiha sebagai imbalan atas jasa dan kebaktiannya terhadap Crocell, Crocell adalah istana vampir yang di pimpin oleh keluarga Uchiha, tidak lain adalah Uchiha Fugaku, Ayah Sasuke. Kebangkitan dan kejayaan Crocell tak lepas dari campur tangan Hatake Kakashi sang taring putih, yang mengalahkan banyak vampir pemburu dan menciptakan segel pelindung untuk melindungi Crocell dari serangan vampir pemburu dan mungkin juga manusia. Namun peristiwa 300 tahun lalu, yang melibatkan putrinya terpaksa membuat dia meninggalkan Crocell, dan membawa putri kecilnya ke dunia manusia menjauhi dunia vampir untuk menyelamatkan hidup putrinya. Walau Hatake Kakashi tahu meninggalkan Crocell tidak akan memberikan dampak yang banyak, justru akan membuat putrinya semakin menderita, tapi Hatake Kakashi lebih memilih kelangsungan hidup sang putri  lebih dari apapun bahkan hidupnya sendiri.
                Namun kini, Uchiha Sasuke, sang murid pertama dari Hatake Kakashi. Tepat berdiri di depannya. Uchiha muda pewaris kerajaan Crocell, anak dari Uchiha Fugaku yang begitu di hormati Kakashi. Sekaligus vampir yang akan membawa putrinya pada kematian, vampir yang selama 300 tahun telah dia hindari.
    .
    “Kakashi-sensei, berikan makananku!”
    .
    Tak jauh dari tempat pertikaian ketiga vampir berdarah murni itu,pada udara yang kosong kumpulan gagak hitam beterbangan terlihat menyembunyikan sebuah tubuh di baliknya, tapi tidak ada tubuh di sana, yang terlihat hanyalah dua pasang mata merah menyala dengan tiga titik tomoe di dalamnya.
               

    BERSAMBUNG
    Author’s Note :
    Selesai sudah c3nya, nah c3 ini merupakan chapter pembuka peristiwa yang terjadi pada waktu Sasusaku kecil dulu *dapat dilihat pd c1 minna*. Pada chap selanjutnya Miku bakalan ngungkapin latar belakang kenapa Sasusaku jadi kya sekarang, dan pastinya chap berikutnya bakalan lebih seru soalnya Miku BAKALAN masukin beberapa tokoh baru yang ngebuat masalahnya makin rumit  yaayyyy XD
    So ikutin terus ya minna, jgn bosen-bosen :3

    Balasan Reviews :
    Walaupun yang ngereview hampir banyak *berarti sedikit T3T* Tapi Miku bakalan tetep terus ngebales, Miku gk bakalan nyianyiain perhatian dr reader’s maupun author’s tersayang <3 <3  #yao
    suket alang alang : Yup, ingatanya ilang, entar d chap 4 bakalan ketahuan sebabnya. Saling gigitnya gk jadi soalnya ka nada Kakashi XD
    BlackCherry712    : YOOOSSHHHH XD
    Luca Marvell       : Kemampuan Sakura hilang, Makanya itu Kakashi jd over gitu, nanti sebabnya bakalan kejawab juga :v
    kkk                        : Tenang, angstnya ada kok J


  • Luka C2

    0
    Created by: Hinamori Miku Koyuki
    Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
    Fic ini merupakan fic pertama Miku dalam akun yang baru, semoga dapat menghibur :D. Dan jangan lupa semua nama, baik tokoh maupun lokasi merupakan fiktif hasil dari pemikiran penulis XD
    Note:  Genre: Mystery/Romance/Spiritual
                WARNING : AU, OOC, bad language
    Selamat Membaca ^^
    Integral
    “Sasu ke-kun, to tolong”
                Dari balik tebalnya awan  bulanpun akhirmya menampakkan wujudnya. Sekejap mata kelam milik sasuke melebar dan membulat sempurna. Di bawah cahaya bulan dan indahnya kemilau aurora begitu menakjubkan, berbanding terbalik dengan kondisi Sakura yang tak memijak tanah, kakinya melayang bukannya tanpa sebab Sakura berada dalam cekikan tangan kekar  seorang pria berambut hitam panjang dengan wajah pucat, tubuhnya dikelilingi ular terlihat sangat menjijikkan. Urat-urat pada tangan pria itu begitu jelas menandakan betapa kuat cengkraman tangannya pada leher Sakura.
                Setenang mungkin Sasuke berusaha untuk mengendalikan emosi dan menjernihkan pikirannya, mata yang tadinya membulat sempurna ketika melihat keadaan Sakura kini kembali tenang. Hal itu tidak berlangsung lama, setelah memejamkan matanya Sasuke kembali membuka matanya namun kini yang terlihat bukanlah mata hitam sekelam malam, namun mata itu telah berubah menjadi merah dengan satu bulatan tomoe di dalamnya. Sasuke menatap tajam pria yang dengan tanpa permisi telah menyentuh bahkan menyakiti Sakuranya.
                Sadar dengan aura mematikan yang dikeluarkan oleh bocah laki-laki di depannya, pria ular itu seketika mengalihkan tatapannya yang semula menatap Sakura kini beradu pandangan dengan mata merah tak asing yang miliki bocah di depannya ini.
    “Sharingan he?? huahahahaaa betapa beruntungnya aku, menemukan dua ekor vampir yang salah satunya pemilik darah murni, aku bisa kenyang untuk waktu 100 tahun lebih” Tawa pria itu menggema menimbulkan beberapa burung yang tadinya asik memerhatikan mereka kini beterbangan pergi, berganti dengan suara gagak yang terdengar menyalang dan begitu mengerikan.
                Para gagak berdatangan karena undangan dari aura mematikan yang keluar dari tubuh Sasuke. Perlu diketahui bahwa gagak merupakan budak setia para vampire yang memiliki darah murni, darah bangsawan yang hanya mengalir pada keluarga Uchiha. Banyak vampir-vampir  kuat dan jenius terlahir dalam garis keturunan Uchiha dan merupakan bangsawan  yang memiliki derajat paling tinggi dalam dunia vampir. Vampir Uchiha sangat mudah dikenali, kedatangan mereka biasanya diiringi dengan kemunculan gagak, mereka tidak meminum darah manusia sembarangan, memiliki mata onix yang begitu gelap dan kelam, dan yang paling penting adalah mereka memiliki sharingan, mata merah yang apabila telah sempurna akan menunjukkan tiga tomoe yang dapat berubah sesuai karakteristik penggunanya, sharingan merupakan kekuatan mata terkuat dalam dunia vampir yang apabila telah sempurna mereka bisa menundukkan vampir-vampir lain dalam sekejab. Inilah keistimewaan para pewaris darah murni yang tidak mungkin bisa dipalsukan.
    “AHAHAHAHAAA Ada apa bocah? kau berniat melarikan diri dengan gagak-gagak itu? maaf saja tapi kau akan berakhir di sini malam ini!” Seringai licik menghiasi wajah pucat pria yang dikelilingi ular itu.
    “Cih, vampir busuk Orochimaru!” Suara dingin Sasuke berpadu dengan koakan gagak, seakan mendukung ucapan tuannya.
    “Kau mengenalku bocah? Ahh, yaa yaa kau adalah bocah Uchiha tidak heran kau mengenalku dalam usia yang masih sebelia ini, dan aku kagum diihat dari caramu berbicara kau sama sekali tidak takut padaku, jikalau kau vampir biasa dari tadi kau pasti akan melarikan diri!”
    “Lepaskan Sakura !” Suara dingin Sasuke terdengar begitu pilu ketika melirik keadaan Sakura yang tak lagi membuka matanya, namun suara pilu itu tersamari dengan koakan gagak setelahnya.
    “Aku terkesan dengan didikan Fugaku. Dia pasti mendisiplinkanmu dengan keras bocah AHAHAHAHAAA..” Orochimaru tak menggubris peringatan sasuke, dia malah melanjutkan perkataan sebelumnya yang dipotong Sasuke.
    “LEPASKAN SAKURA!! VAMPIR BUSUK !!” Kesabaran Sasuke tak terbendung, Sasuke tidak bisa lagi menahan emosinya, kilatan Sharingan yang keluar dari matanya dengan jelas dapat terlihat oleh Orochimaru yang hanya menyunggingkan seringai licik.
                Sasuke mengayunkan tangannya sebagai perintah bagi para gagak yang mengelilingi tubuhnya  untuk menyerang Orochimaru, secepat kilat kumpulan gagak terbang menyerupai gumpulan awan hitam dan menerjang tubuh Orochimaru, Sasuke sempat keheranan kenapa Orochimaru sama sekali tidak menunjukkan gelagat untuk menghindar, Sasuke tahu Orochimaru bukanlah vampir sembarangan, Sasuke juga tahu sharingannya belum sempurna dia tidak mungkin bisa mengalahkan Orochimaru dengan mudah.
                Sasuke tidak heran ketika mengetahui bahwa serangan gagak-gagak itu sia-sia, sebelum gagak-gagak itu sampai pada tubuh Orochimaru, tubuh Orochimaru telah tak berada pada tempatnya lagi. Orochimaru terlihat berdiri di tengah sungai beku dengan seringai licik yang masih sama, serta ular-ular yang mengitari dirinya. Sasuke tak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengubah tubuhnya menjadi kumpulan gas yang dengan sekejap telah berpindah ke belangan tubuh Orochimaru lengkap dengan chidori pada pada telapak tangannya. Chidori merupakan satu kekuatan khusus Sasuke berwujud  tsukan petir yang didapatkannya dari ayah Sakura.
    “Kau benar-benar menarik bocah Uchiha”
                Sasuke kembali dikejutkan dengan Orochimaru yang memanjangkan lehernya menyerupai ular, kepala Orochimaru kini tepat berada di samping telinga kanannya, anehnya Sasuke sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
    “Kau benar-benar mahluk menjijikan, vampire yang memangsa vampire lain hanya untuk mendapatkan kekuatan lebih dan keabadian, cih tidak ada yang lebih busuk darimu” Sasuke berusaha mengulur waktu. Tapi tidak ada gunanya, tubuh sasuke benar-benah telah terkunci oleh kekuatan misterius Orochimaru, inikah kekuatan vampir buronan kelas S yang selalu dicari-cari ayah dan kakaknya karena membahayakan vampir lain?
    “Aku sedikit tersinggung dengan kata-katamu bocah, tapi kau menarik sssluurrppp” Orochimaru menjilat leher hingga bahu Sasuke, Sasuke semakin jijik dan merasa bahwa inilah akhir baginya dan juga Sakura.
    “Jauhkan lidah busukmu itu dariku!” gertak Sasuke
    “heemm aku akan memberimu kenang-kenangan, sebuah hadiah menarik, yang akan membuat hidupmu menarik juga…” Perlahan Orochimaru mengeluarkan taringnya, taring itu sama sekali tidak mirip dengan taring seorang vampir melainkan lebih menyerupai ular.
    “Akh” keluhan Sasuke beradu dengan menancapnya taring Orochimaru pada bahu kanannya, tancapan itu dirasakannya begitu dalam hingga menggores tulangnya. Dengan cepat taring Orochimaru kembali ditariknya, tak selang beberapa saat bekas gigitan Orochimaru memunculkan tiga titik tomoe gelap, beriringan dengan rasa panas yang menusuk disertai sakit yang tak terbendung.
    “AAAARRRRGGGHHHH” Teriakan kesakitan Sasuke begitu mengerikan dan pilu, sharingannya berkilat marah, taring yang sedari tadi tidak dikeluarkan Sasuke kini menunjukkan ketajamannya dengan melukai bibir gelap Sasuke. Gagak-gagak beterbangan di udara menandakan pemiliknya telah kalah. Sasuke roboh diatas danau yang beku itu, dengan menggenggam erat bekas gigitan Orochimaru. Sakura yang sedari tadi kehilangan kesadaran akibat oksigen yang menipis hasil dari cekikan kuat Orochimaru kini membuka matanya karena telinganya menangkap suara teriakan pilu Sasuke, tapi yang Sakura lihat adalah penampakan aurora yang begitu mengilaukan pada langit gelap malam itu, Sakura belum sepenuhnya sadar akan apa yang telah terjadi antara dia dan Sasuke.
    “Kau mau gadis ini kan? ambillah dan kemudian bunuhlah dia” Orochimaru melempar tinggi tubuh Sakura, melemparkannya pada udara kosong yang dingin, melemparkannya lebih dekat pada aurora yang makin menghipnotis matanya. Sasuke tidak tinggal diam, dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa, dia memerintahkan para gagak untuk menangkap tubuh Sakura. Dan benar saja gagak-gagak itu berhasil menangkap Sakura dan membaringkannnya pada tumpukan salju di pinggir danau.
                Seulas senyum tipis disunggingkan Sasuke, setidaknya dia tetap bisa melindungi Sakuranya. Tubuh Sasuke perlahan ambruk dengan kesadaran yang makin menipis. Tapi Sasuke kembali memaksakan tubuhnya untuk bangkit kembali ketika melihat Orochimaru memegang kening Sakura dan memasukkan sesuatu yang tampak bersinar pada keningnya, namun Sasuke tidak bisa berbuat banyak, pandangannya berubah gelap dengan kesadaran yang perlahan menghilang dengan membawa pernyataan yang membuatnya bingung ‘ambillah dan kemudian bunuhlah dia’. Setelah itu semuanya berubah gelap.
    ***
                Disisi lain Sakura masih membuka matanya , hari ini hidup Sakura dipenuhi dengan cahaya, dan kini cahaya ungu yang begitu terang perlahan mendekati dirinya namun membuatnya mengantuk. “Sasuke-kun..” Ucap Sakura sebelum menutup matanya diiringi linangan air mata, entah apa yang dirasakan Sakura, tapi dia tahu cahaya ungu itu bukanlah hal yang baik dan setiap hal yang tidak baik pasti menyangkut seseorang yang selalu dikejarnya.
    “Sakura akan selalu mengejar Sasuke-kun, tujuan Sakura hanyalah punggung Sasuke-kun, seberapa jauhpun Sasuke-kun meninggalkan Sakura, Sakura akan selalu menatap punggung Sasuke-kun dan menjadikan punggung itu tujuan Sakura, karena Sakura tahu Sasuke-kun akan menunggu Sakura. Jadi Sakura tidak akan pernah mengejar orang lain selain Sasuke-kun !”

    ***
    Tokyo 2015
    “Hai, obento !”
    “Arigato, Tou-san”
                Sang Ayah mengamati gadis kecilnya memasukkan bento yang selalu disiapkannya untuk putri semata wayangnya.
    “Kali ini aku memasukkan sayuran, kau harus memakannya”
    “Hn, ittekimasu”
    “Hati-hati, jangan pulang terlalu malam !” Teriak sang Ayah menyaksikan putri yang masih dianggapnya kecil itu melangkah meninggalkan rumah. Sang Ayah menggaruk rambut jabrik putihnya, mata yang hanya memperlihatkan satu mata dengan satu yang lainnya tertutupi oleh masker, mata yang tadinya tampak cerah kini berganti dengan pandangan sayu dan khawatir seorang Ayah.
                Gadis itu melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan rumah, suara sang Ayah tak terdengar lagi, menapaki jalan yang masih lenggang, gadis itu dapat mencium aroma embun yang menyangkut pada dedaunan hijau begitu segar. Namun berbeda dengan gadis ini, gadis yang tengah mengenakan seragam Konoha High School, gadis yang memiliki kulit seputih porselin namun tampak pucat, memiliki rambut yang panjang nan indah seindah musim semi tapi bernadakan kelabu, jika dilihat dia gadis yang begitu cantik dan sempurna. Tapi dibalik kecantikan dan kesempurnaannya itu dia menyimpan luka, luka yang tersembunyi, luka yang begitu menyayat hati, luka yang entah kapan dapat terobati dan sembuh. Dan luka inilah yang membuat gadis ini tampak kelam, wajahnya cantik namun cacat oleh ketiadaan ekspresi.
                Berjalan dengan tak memperdulikan sekitarnya, gadis itu menyenggol bahu seseorang
    “Maaf” Gadis itu menunduk mengucap maaf yang terdengar kosong, dalam tatapannya menatap aspal jalan, gadis itu melihat sebuah kalung berliontinkan kipas kuno jepang, reflex gadis itu mengambil kalung itu dan memberikannya pada orang yang telah dia senggol.
    “Milikmu” Tanpa melihat wajahnya gadis itu menyerahkan kalungnya, yang tanpa suara diterima oleh sang pemilik. Gadis itu berbalik dan kembali berjalan menuju sekolahnya.
                Pemuda yang menerima kembali kalung yang memang miliknya itupun sama, tak memedulikan gadis yang dengan tak sopan menyentuh bahu kekarnya. Pemuda yang begitu elok dan tampan, pemuda yang memiliki mata kelam namun tajam menusuk, mata kelam yang senada dengan rambut lurus yang kelam pula, rambut biru gelap yang senantiasa bergerak mengikuti arah angin dia begitu cool dengan penampilannya. Orang –orang yang berjalan disekitarnya sesekali melirikkan pandangan terutama kaum hawa yang begitu terpesona oleh sosok pemuda ini.
                Namun tak lama berselang, pemuda itu mencium aroma yang begitu memabukkan dan membuatnya lapar, aroma itu berasal dari kalungnya. Pemuda ini tak pernah merasakan lapar yang seperti ini. Dia benar-benar lapar. Tak hentinya dia menghirup aroma kalung itu, gadis itu, dalam pikirannya cuma ada gadis itu, gadis yang terakhir menyentuh kalungnya, dia harus mendapatkan gadis itu sesegera mungkin! Dalam langkahnya yang begitu cepat diantara orang-orang yang berlalu lalang di dekatnya secara tiba-tiba pemuda itu menghilang, sosoknya hilang, hanya terlihat beberapa gas mengepul yang ditinggalkannya.
    .
    Pemuda itu Vampir
    .

    BERSAMBUNG
    Author’s Note :
    Wahhh akhirnya c2 selesai, pengennya sih kemarin ngeupdatenya, tp berhubung Miku kena sakit perut parah, jadi sekarang bru sempet.. hihi gomen ne J
    so, pada c2 ini, alurnya makin ribet, sesuai pemikiran dan ide yang datang tiba” ngebuat Miku jadi bimbang jadinya setelah mengalami proses penyaringan nah rampung juga deh,. maaf klo alurnya terlalu kecepetan, XD tp semoga aja c2 ini makin membuat para reader sekalian penasaran, Miku juga penasaran #yao XD

    Balasan Reviews :
    Buat yang udah ngereview hontoni arigatoo.. Miku bener” seneng dan tertolong, jadinya makin banyak belajar deh hihihii XD . oh iya, hamper lupa, Miku juga sekalian minta saran deh buat ficnya, soalnya Miku pengen masukin ide” para reader juga biar makin seru dan kita terhubung *cielaahhh yg pengen nimpuk uang silahkan :v
    ok, Miku pengen bales review dulu :3
    SHL7810 : Huuaaaaaa   (sebenernya Miku sengajain typonya biar di kritik hak..hak )_ hontoni gomen T.T *sujud”* Miku terlalu semangat jd gk sempet ngeditnya L makasih udah di perhatiin cieee hahahahaahaaa :v
    mii-chanchan2 : YOOSSHHH
    suket alang alang : Sebenernya klo terinpirasi dari vampire knight enggak sih, Miku cma mikir waktu yang bagus buat ngeliat aurora yang pada musin dingin hehehehee. Keadaan Sakura sekarang udh erjawah hihihi kacian XD.
    Luca Marvell : Ikutin aja chap” selanjutnya, entar bakalan terjawab sendiri kok J



  • Copyright © - Hinamori

    Hinamori - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan